Peninggalan Kebudayaan Sejara

MODUL MATA PELAJARAN SEJARAH

KELAS XI SEMESTER I

PENINGGALAN KEBUDAYAAN ISLAM

Disusun guna memenuhi tugas individu mata kuliah

Perencanaan dan Pembelajaran Sejarah

Disusun oleh :

Mochamad Arief Hidayat

07406244045

PENDIDIKAN SEJARAH

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2010

Daftar isi

  1. Halaman Judul………………………………………….    1
  2. Daftar Isi………………………………………………..    2
  3. Bab   I Pendahuluan
    1. Pengantar………………………….   3
    2. Tujuan ……………………………    3
    3. Manfaat …………………………..    3
    4. Peta Konsep……………………….   4
  4. Bab   II Materi :Peninggalan-peninggalan  masa Islam
    1. Makam…………………………….   5
    2. Masjid……………………………..   7
    3. Kaligrafi…………………………..    9
      1. Seni Pahat…………………………                  10
    4. Upacara……………………………    11
    5. Seni Pertunjukan………………….    11
    6. Sastra………………………………   12
    7. Sistem Pemerintahan………………    13
    8. Sosial Masyarakat…………………   13
  1. Bab   III              Rangkuman……………………………. 15

Evaluasi

  1. Latihan Pilihan Ganda……………… 16
  2. Latihan Esai Singkat……………….. 22
  3. Latihan Esai Panjang………………  23
  4. Buku Acuan……………………………………………… 25
  5. Kunci Jawaban…………………………………….…….36

Standar kompetensi ; Perkembangan Agama Islam di Indonesia

Kompetensi dasar : Peninggalan kebudayaan Islam

Indicator: makam, masjid, kaligrafi, seni pahat, upacara, seni pertunjukan, sastra, system pemerintahan, social masyarakat.

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Pengantar

Seperti halnya kebudayaan Hindu Budha, kebudayaan Islampun menimbulkan pengaruh yang besar.Masuknya pengaruh Islam jelas akan menambah khasanah budaya Indonesia. Oleh karena itu pengaruh agama Islam sulit untuk dihilangkan. Kebudayaan Islam menimbulkan pengaruh besar dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat Indonesia. Masyarakat mudah  menerima pengaruh tersebut. Akibatnya timbulah berbagai macam corak kehidupan sosial , ekonomi, politik, dan budaya. Berbagai kebudayaan yang dihasilkan beraneka ragam seperti sastra, pertunjukan, masjid, makam, kaligrafi, seni pahat, sosial kemasyarakatan,upacara dan sistem pemerintahan.

  1. Tujuan pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini maka siswa diharapkan dapat:

1. Mengetahui barbagai jenis kebudayaan hasil peninggalan masa  Islam.

2. Menjelaskan berbagai macam peninggalan kebudayaan masa  Islam.

3. Mendiskripsikan ciri-ciri kebudayaan Islam

4. Memberikan contoh hasil-hasil peninggalan kebudayaan Islam.

5. Menjelaskan perkembangan kebudayaan Indonesia dari Hindu-Budha ke Islam.

  1. Manfaat

Manfaat dari adanya pembelajaran terhadap peninggalan kebudayaan Islam adalah:

  1. Memahami dan menghargai peninggalan kebudayaan Indonesia.
    1. Menambah pengetahuan siswa mengenai perkembangan kebudayaan di Indonesia
    2. Meningkatkan kecintaan siswa terhadap kebudayaan Indonesia.

PETA KONSEP

BAB II

PENINGGALAN KEBUDAYAAN MASA ISLAM

  1. 1. makam

Bangunan makam Islam pada awalnya banyak bercorak Gujarat (India) misalnya batu nisan Sultan Malik Al- Saleh tahun 1297 ( raja Samodra Pasai ), batu nisan Maulana Malik Ibrahim 1419 di Gresik. Rupa-rupanya batu nisan tersebut diimport dari Gujarat dalam bentuk jadi. Batu nisan yang dikerjakam di Indonesia tidak lepas dari unsur candi misalnya batu nisan Majapahit berangka tahun 1376 saka (1457). Batu nisan tersebut seperti lengkungan kala makara, sedangkan hiasanya tidak memperlihatkan pengaruh Islam, angka tahun ditulis dengan huruf kawi. Demikian juga dengan batu nisan Sultan Hasanudin di Banten bercorak seperti itu. Kori Agung gerbang menuju makam Sunan Bonang di Tuban bentuknya seperti candi, demikian juga dengan makam Sunan Giri dekat Gresik dan Sunan Bayat di Klaten. Makam-makam para pembesar kerajaan dan istana akan dimakamkan bersama dengan para pembesar kerajaan dan kerabat-kerabat mereka. Makam merupakan kumpulan dari cangkup-cangkup dan jirat-jirat yang dikelompokan bersama dengan keluarga mereka. Gugusan ini dibagi dalam berbagai halaman-halaman yang yang dipisahkan oleh tembok-tembok tetapi dihubungkan dengan gapura-gapura sedangkan biasanya sebuah masjid menjadi   pelengkapnya ( masjid makam ).                

Pada umumnya pemakaman terletak di atas lereng sebuah bukit, tetapi banyak yang ditanah datar saja. Makam-makam halaman-halaman yang menjadi bagian-bagiannya tadi disusun berundak-undak pada lereng atau berurut ke belakang pada tanah yang datar. Pokok-pokok dari penyusunan demikian dapat kita kembalikan pada pundek berundak-undak dan susunan halaman candi dan pura dimana bagian yang paling yamg paling suci dan yang menjadi inti daripada gugusannya terletak paling atas atau paling belakang. Makam Maulana Malik Ibrahim dan makam –makam di Tralayo adalah contoh makam tidak bercangkup. Tetapi terdapat juga makam zaman purba yang bercangkup di Indonesia yaitu makan Fatimah Binti Maemoon di Leran Gresik ( tahun 1082 ) yang oleh rakyat terkenal sebagai makam Puteri Suwari atau Makam Putri Cempa. Namun keempat cangkupnya telah runtuh dan hanya tersisanya keempat dindingnya saja. Dinding-dinding ini diberikan hiasan baingkai-bingkai mendatar, sutau hal yang menunjukan adanya ikatan terhadap candi karena makam itu makam Islampun dimiripkan dengan juga dengan candi. Bentuk cangkup yang beratap runcing adalah yang dianggap paling tinggi atau paling suci, sedangkan yang berbentuk bubungan biasanya adalah yang mengatapi sebuah bangsal dimana terdapat banyak makam-makam berderet. Beberapa bentuk cangkup di luar Pulau Jawa berkembang cangkup kubang, yaitu yang berbentuk jirat lengkap dengan nisanya, kadang-kadang bersusun atau beralaskan bangunan yang berbentuk peti. Dengan demikian maka kubang adalah jirat semu karena jirat sesungguhnya berada di didalamnya. Cangkup jenis ini berkembang di daerah SulawesiSelatan.

Makam-makam di Indonesia banyak dikunjungi orang, apalagi kalau makanya dianggap keramat . Kunjungan makam dalam Agama Islam dikenal dengan nama ziarah. Di Indonesia ziarah itu dalam arti kunjungan kepada sesuatu makam ternyata sejalan dengan apa yang sudah ada terlebih dahulu, yaitu kebiasaan mengunjungi candi atau tempat suci lainya dengan maksud melakukan pemujaan terhadap roh nenek moyang. Maka ziarah juga dilakukan dengan melanjutkan tradisi lama, sehingga apa yang dilarang Agama Islam yaitu pemujaan sesuatu di samping Allah menjadi hal keseharian. Pemujaan lebih-lebih lagi ditujukan kepada seseorang yang dianggap mempunyai kedudukan lebih daripada manusia biasa, seperti raja, wali atau pemuka agama yang termasyur. Maka orang minta berkah misalnya selamat panjang umur, minta rezeki, tidak minta kepada Tuhan tetapi justru minta pada makam-makam.  Tradisi membakar kemenyan dan menaburkan bunga pada makam merupakan bentuk adanya keterkaitan antara pikiran orang Indoesia dengan pemujaan zaman dahulu, yaitu pemujaan pada candi. Maka tak sedikit banyak ziarah makam yang justru menyimpang dari ajaran Islam itu sendiri.

  1. 2. masjid

Unsur-unsur Hindu Budha dalam arsitektur Islam di Jawa khususnya dan pada pulau lain pada umumnya tidak terbatas pada batu nisan tetapi juga dalam bentuk masjid atau tempat-tempat ibadah Islam, misalnya mushola, langgar. Ruang masjid berbentuk pendopo, atap susun seperti pagoda  berbentuk candi Bentar , ukiran gaya Hindu-Jawa, menara berbentuk candi, hal ini mewujudkan penerapan tradisi Hindu Budha. Contoh menara masjid Kudus, kompleks Masjid Sendang Duwur ( Tuban ) Masjid Pajununan ( Cirebon ) Masjid Mantingan ( Jepara ) dan Masjid Agung Banten.

Secara dekoratif masjid-masjid tersebut mempunyai kekhasan tersendiri. Masjid Sendang Duwur dan Masjid Mantingan  sangat mencolok dekorasi Hindu Budhanya, ada kala makara, pohan hayat dan garuda. Masjid Banten lebih berkesan konstruktif Barat ( Belanda) dengan dekoratif menerapkan pengaruh  Cina dan hiasan piringan porselin. Bangunan seperti ini dapat ditemukan di Masjid Angke Jakarta. Terdapat juga menara, menara di beberapa Masjid di Indonesia memberikan ciri khusus bagi Indonesia contohnya adalah menara Masjid kudus dan Menara Masjid Banten yang memiliki ciri khas tersendiri. Menara masjid Kudus adalah bentuk menara yang berbentuk candi yang telah dirubah sedemikian rupa sehingga telah dirubah sesuai dengan fungsi-fungsinya. Bahkan Masjid Kudus juga memiliki beberapa pintu dimana menujukkan bahwa semakin ke dalam memiliki tempat yang semakin penting dan suci. Pintu masuk di Masjid Kudus terdapat 3 yaitu pintu gerbang pertama yang disebut berbentuk candi Bentar( tanpa atap tanpa pintu), pintu kedua  dan ketiga yang disebut dengan Kori Agung( beratap dan berpintu).Unsur lokal dalam dalam arsitektur masjid Indonesia kadang sangat menonjol . Masjid di Payakumbuh ( Sumatra Barat ) memakai atap bergonjong dan berkolong. Atap tumpang pada masjid  Jawa menentukan kuatnya pengaruh Hindu Budha. Atap tumpang selalu ganjil misalnya 1, 3, dan  5 dan berbentuk limas.  Bangunan masjid di daerah-daerah Indonesia banyak dipengaruhi oleh gaya arsitektur lokal. Menara Masjid, bangunan ini pada awalnya berkembang karena adanya anggapan bahwa azan dilakukan di tingkat teratas dari bangunan masjid itu. Setelah kedatangan para  imigran dari Arab, maka mulai mempengaruhi kehidupan masjid , maka dibangunlah menara yang menempel sendiri dari masjid. Pada zaman Islam masjid  yang juga dilengkapi dengan menara adalah Masjid Kudus yang menunjukan arsitektur gaya Jawa Tengah sedangkan Masjid Banten lebih menunjukan bentuk mencusuar, arsitektur barat ( Belanda ). Letak bangunan masjid pada zaman Islam ada dua kemungkinan, pertama di Ibu kota kerajaan di bangun di tepi Barat alun-alun Utara. Kedua dibangun di dekat tempat yang dikeramatkan misalnya raja, wali atau makam ahli agama yang termasyur.

Masjid biasanya dibangun sedekat mungkin dengan istana. Sebelah Utara atau Selatan istana terdapat tanah Lapang yang di Jawa desebut dengan Alun-alun. Tentunya pendirian tersebut memiliki maksud tertentu, kalau alun-alun adalah tempat dimana tempat bertemunya raja dengan rakyatnya , maka masjid adalah tempat dimana raja dan rakyatnya bertemu dengan Yang Maha Kuasa dan melakukan kewajibanya bersama-sama dengan sesama makhuk Tuhan. Beberapa masjid juga didirikan di makam orang-orang penting yaitu para wali atau tokoh agama. Penggambungan masjid dan makam tidak hanya terdapat di tempat-tempat suci akan tetapi juga di ibu kota-ibu kota kerajaan. Para raja biasanya juga telah menentukan akan dimakamkan dimana setelah mereka meninggal pada nantinya. Di dalam gugusan masjid makam, antara masjid dan makam, antara makam dan masjipun juga terdapat tembok dengan gapura-gapura untuk menghubungkanya. Gapura-gapura ini adalah gapura-gapura pada masa purba, tanpa sesuatu perubahan. Seperti terdapat pada masjid Kudus pada masjid makam juga terdapat Candi Bentar dan Kori Agung sebagai pintu masuknya.

Masjid-masjid lama yang didirikan oleh wali atau raja dapat dikategorikan sebagai masjid tradisional dengan ciri-ciri :

  • Bahan bangunan alami, artinya mempergunakan bahan-bahan yang terdapat disekitarnya.
  • Beratap tumpang, yaitu atap yang disusun bertingkat-tingkat. Hal tersebut dibuat pertimbangan iklim dan tehnis yaitu untuk menghindari kebocoran karena curah hujan yang tinggi dan memberi jarak udara masuk ketika iklim panas. Atap seperti sekarang masih terdapat di Bali dan disebut dengan meru dan digunakan khusus untuk mengatapi bangunan-bangunan yang tersuci dari sebuah pura. Atap tumpang juga disebutkan sebagai perkembngan dari dua unsur yaitu atap candi yang daerahnya bujur sangkar dan selalu bersusun ( berundak-undak ) dan puncak stupa yang ada kalanya berbentuk susunan payung-payung yang terbuka.
  • Memakai bedug dan kentongan untuk memberitahukan kepada masyarakat telah datangnya waktu shalat. Masjid tradisional pada mulanya belum menggunakan menara.
  • Masjid tradisional banyak yang merupakan masjid makam, yaitu masjid yang di belakang atau sampingnya terdapat makam.
  • Sedangkan struktur bangunan masjid tradisonal pada umumnya terdiri dari: lantai atap masjid, puncak masjid yang diberi mahkota, Mihrab yang menunjukan kiblat kearah Mekah, Mimbar yaitu tempat khotib memberi khotbah, Liwan yaitu depan mimbar tempat jemaah melakukan sahlat atau mendengarkan khotbah.
  • Tempat mengambil wudhu
  • Pendopo, bagian depan masjid tradisional dan tempat anak-anak belajarmengaji.
  1. 3. kaligrafi

Dalam ajaran Islam ada larangan untuk melukiskan( menggambarkan atau membuat patung )makhuk hidup,apalagi manusia terutama tempat-tempat ibadah. Hal tersebutsangat ditaati di Indonesia, akibatnya banyak seni patung yang telah berkembang pada zaman kuno tidak dapat dijumpai lagi pada masa pengaruh Islam, kecuali di Bali. Yang dinilai baik adalah tulisan Arab yang Indah yaitu kaligrafi, yang berisi ayat-ayat suci Al Quran dan  Al Hadist. Namun perkembangan kaligrafi masih belum begitu berkembang hal ini disebabkan oleh :

  • Ø Penggunaan seni kaligrafi di Indonesia sangat terbatas
  • Ø Bangunan-bangunan kuno pada permulaan berdirinya kerajaan Islam kurang memberi seni kaligrafi
  • Ø Keterbatasan orang yang berminat untuk mengembangkan karya seni kaligrafi
  1. 4. Seni pahat

Seni pahat atau seni ukir berkembang seiring dengan kaligrafi. Di dinding depan Masjid Mantingan, terdapat seni pahat yang sekilas merupakan pahatan tanaman( gaya arabek) tetapi apabila diteliti dengan seksama di dalamnya terdapat pahatan monyet. Di Cirebon merupakan pahatan harimau. Contoh lainya adanya gambaran makhuk hidup yang disamarkan(distilir) antara lain adalah pintu masjid Demak yang di sebut dengan Lawang Bledek dan pada masjid kudus yang disebut dengan Lawang kembar. Untuk seni hias ini pola-pola yang banyak diambil adalah dari zaman purba yang terutama sekali terdiri atas pola-pola daun-daunan , bunga-bugaan ( teratai ) bukit-bukit karang, pemandangan dan garis-garis geometri. Sering juga terdapatkan pola-pola kala makara dan kalamrga ( kepala kijang menjadi pengganti ,makaranya), gambar-gambar naga juga sering muncul. Begitu juga dengan tulisan Arab. Menurut salah satu hadis bahwa sebaiknya masjid sesederhana mungkin. Untuk menghiasnya hanya diperlukan beberapa tulisan yang berisi mengingat kepada Allah  dan Nabi serta seruan terhadap firman-firmanya. Pada akhirnya dimimbar masjid sajalah yang dihiasi dengan ukir-ukiran.  Masjid yang dihiasi ukir-ukiran adalah masjid Mantingan berupa gambar-gambar pigura yang ditempelkan ditembok-temboknya. Beberapa makam juga dihiasi dan biasanya yang diberi hiasan adalah jiratnya atau cangkupnya. Gapura-gapuara juga dihiasi dengan ukiran dan pahatan, antara lain adalah adanya hiasan-hiasan pada candi bentar Tembayat ( Klaten) yang diketahui bahwa yang mendirikan adalah Sultan Agung Mataram ( 1633) sedangkan sangat mewaha dalah hiasan pada gapuara Sendangduwur (Tuban) yang polanya terutama sekali berupa gunung-gunung karang. Puncak gapura berupa puncak gunung pula, didukung dengan sayap-sayap yang melebar melingkupi seluruh pintu gerbangnya. Corak dan pola-pola hiasan Sendangduwur itu banyak persamaanya dengan gapura-gapura di ujung Selatan pulau Bali yaitu Pura Ulu Watu dan Pura Sakenan.

  1. 5. Upacara

Gerebeg , upacara ini hanya dilakukan oleh Sultan/ Sunan. Apabila dilihat dari tinjauan perayaan dan waktunya merupakan budaya Islam, tetapi pemakaian gunungan serta iringan gamelan merupakan budaya sebelumnya. Kenduri oleh Sultan tersebut dikeramatkan oleh sebagian penduduk yang yakin bahwa barokahnya sangat besar. Hal ini menunjukan bahwa kepercayaan animisme-dinamisme masih ada dalam masyarakat. Hal ini diperkuat dengan bersamaan waktunya dilakukan upacara pembersihan barang-barang pusaka keraton seperti senjata dan kereta. Upacara demikian diselenggarakan di Cirebon bertempat di kerajaan kasepuhan dan Kanoman yang dikenal sebagai panjang jamat, di kasultanan Yogyakarta untuk meminta berkah

  1. 6. Seni pertunjukan

Di antara seni pertunjukan yang merupakan seni Islam adalah seni suara yang berisi sahalawat nabi dengan iringan rebana. Di Aceh terkenal dengan tarian seudati, dari kata syaidati yang berarti permainan orang-orang besar, tarian saman dimainkan 8 orang, penarinya menggunakan pakaian asli  Aceh diiringi irama dan lagu shalawat Nabi. Pertunjukan kesenian debus, pertunjukan ini dikenal oleh masyarakat Aceh, Minangkabau dan Jawa Barat yaitu Banten dan Priayangan. Pertunjukan ini diawali dengan nyanyian yang berisi shalawat Nabi dan puncaknya diwujudkan dalam pertunjukan yang sifatnya magis berupa tusukan pisau pada tubuh, memotong telinga lidah dan lainnya sebagainya dan akhirnya anggota tubuh dapat dikembalikan seperti sediakala.

Wayang termasuk hasil kebudayaan lama dan merupakan seni pertunjukan yang sudah mendarah daging dalam masyarakat. Oleh karena itu wayang dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengembangkan agama Islam melalui pertunjukannya. Ceritanya diambil dri tokoh-tokoh Islam yang mengembangkan agama Islam. Dalam ceritanya ada penyesuaian pengertian misalnya Ajimat Kalimasada menjadi kalimat Syahadat, Pandawa Lima diartikan lima Tiang Agama yang menjadi pedoman dalam melakukan ibadah. Dalam perkembangan kemudian diciptakan wayang golek yang ceritanya dan tokoh-tokoh mengambil dari kesustraan Islam.

  1. 7. Sastra

Di Indonesia perkembangan seni sastra pada awalnya berkembang di daerah sekitar Selat Malaka( Sekitar melayu ) dan Jawa. Seni sastra zaman Islam yang berkembang di Indonesia sebagian besar mendapat pengaruh dari Persia misalnya cerita tentang Amir Hamzah, Bayam Budiman, dan cerita Seribu Satu Malam. Di samping itu pengaruh dari kesustraan lamapun sangat besar terutama di Jawa, misalnya Hikayat Pandawa Lima, Hikayat Sri Rama, Hikayat Perang Panda Jaya, Hikayat Maharaja Rahwana dan sebagainya. Di Melayu dikenal syair Ken Tambunan, Lelakon Mesa Kemitir, Syair Panji Sumirang. Ditinjau dari corak dan isinya, hasil satra zaman Islam dapat dibagi dalam beberapa jenis:

  • Hikayat , isinya merupakan cerita atau dongeng belaka. Keajaiban dan peristiwa-peristiwa tidak masuk akal justru menjadi bagian terpenting.
  • Babat, dongeng yang sengaja digubah sebagai cerita sejarah. Misalnya Babad Tanah Jawi, Babad Cirebon, Sejarah Banten dan Babad Mataram. Di daerah Melayu babad dikenal dengan nama sejarah, salsasilah dan tambo. Beberapa kitab babad diberi judul “hikayat” misalnya Hikayat raja-raja Pasai, Hikayat Salasilah Perak
  • Suluk, adalah kitab-kitab yang membentang soal-soal tasawuf. Kitab yang dekat dengan suluk adalah primbon, yaitu kitab-kitab becorak kegaiban, yang berisi ramalan-ramalan, serta penentuan hari baik dan hari buruk dan pemberian makna pada suatu tujuan kejadian.

Ada beberapa macam suluk diantaranya sebagai berikut :

  • Suluk Sukarsa : bercerita tentang seseorang (ki Sukarsa) yang mencari ilmu sejati untuk mendaptkan kesempurnaan
  • Suluk Wujil          : Isinya wejangan-wejangan Sunan Bonang kepada wujil yaitu seorang kerdil bekas abdi raja Majapahit
  • Suluk Malang Sumirang   :Isinya mengagung –agungkan orang yang telah mencapai kesempurnaan, telah lepas dari ikatan- ikatan syariah dan berhasil bersatu dengan tuhan.
  1. 8. Sistem pemerintahan

Sejalan dengan perkembangan melemahnya kekuasaan Sriwijaya, maka pedagang-pedagang Islam yang mungkin disertai para mubalig menggunakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan dagang dan politik. Mereka mendukung berdirinya daerah-daerah yang menyatakan dirinya bercocok Islam misalnya Samodra Pasai dan merupakan  salah satu kerajaan Islam pertama di Indonesia. Pertumbuhan kerajan Islam semakin pesat  setelah runtuhnya Majapahit dan jatuhnya Malaka ke tangan Portugis 1511. Kerajaan-kerajaan Islam pada umumnya tumbuh dan berkembang di daerah pantai, misalnya Demak, Gresik,  Tuban, Jepara, Pasuruan, Surabaya, Banten dll.

  1. 9. Social masyarakat

Keadaan sosial masyarakat sebelum Islam masuk menggunakan tradisi budaya pra-Hindu ada kecenderungan hanya menyentuh kelompok para raja  dan para bangsawan. Terlebih-lebih masyarakat pedesaan hidupnya tetap sebagai petani sedangkan masyarakat yang ada di daerah pantai tetap sebagai pedagang. Karena pengaruh Islam masuk melalui jalur perdagangan, maka daerah pantailah yang mengalami perubahan menjadi pelabuhan dagang atau kota dagang. Dalam masyarakat kota, baik kota pelabuhan maupun kota kerajaan dapat digolongkan menjadi empat golongan yaitu:

  • Golongan raja dan keluarganya
  • Golongan Elite, yaitu sekelompok masyarakat yang mempunyai kedudukan terkemuka di lingkungannya dan mempunyai martabat tinggi. Mereka terdiri dari golongan bangsawan, priyayi, tokoh agama.
  • Golongan non Elite, yaitu golongan masyarakat yang jumlahnya terbesar atau merupakan rakyat kebanyakan. Mereka terdiri dari para petani, pedagang, nelayan, seniman, prajurit dan sebagainya.
  • Golongan hamba sahaya, kelompok ini adalah kelompok masyarakat paling bawah disebut juga budak. Mereka mempunyai kedudukan ini karena beberapa faktor antara lain: seseorang yang tak mampu membayar hutang maka mereka menyerahkan kelurga ataupun dirinya untuk menjadi budak, para tawanan perang, dan diperoleh dari perdagangan budak.

Pendidikan Agama Islam pada masa ini telah dijarkan pada anak-anak, dimana pada sore hari mereka diberikan pendidikan mengaji. Anak-anak datang kepada orang yang telah fasih membaca Al Quran untuk belajar membaca. Masa ini juga dikenal dengan pondok pesantren yang memiliki 3 elemen yaitu guru kyai, santri, dan masjid. Mereka belajar yang belajar pesantren dibedakan atas dua macam. Pertama santri kalong yaitu santri tempat guru lansung dari rumahnya karena jaraknya dekat, kedua santri mukim mereka adalah anak-anak dewasa yang karena tinggalnya jauh dari guru mengaji maka ia menetap di lingkungan pondok pesantren. Yang terakhir adalah yang paling berkesan karena mereka lebih banyak menggunakan wantu untuk  belajar di pesantren. Pengajaranya dilakukan dengan dua sistem yaitu sorongan dan bandongan. Sorongan adalah apabila seorang santri secara individual belajar pada kyai, ustadz, tertentu atau santri senior untuk membaca kitab agama, baik untuk tahap pengenalan atau pedalaman. Dalam sistem bandongan atau weton para santri belajar dari kyai atau ustadz. Mereka membentuk sebuah kelompok yang mengelilingi kyai atau ustadz yang membaca, menterjemahkan dan menjelaskan kitab agama tertentu dan secara berangsur sistem yang dipakai mengarah pada sistem klasikal dimana seorang ustadz menghadapi sekaligus santri dalam ukuran kelas.

BAB III

RANGKUMAN

Agama Islam adalah agama datang ke Indonesia setelah datangnya Agama Hindu-Budha. Pengaruh yang dibawa Agama Islam tidak hanya mewarnai segi bangunan saja akan tetapi juga mempengaruhi bidang-bidang yang lainya. Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa seni bangunan adalah yang paling banyak mendapat pengaruh dari agama Islam. Beberapa bangunan yang dapat menjadi contoh dari adanya pengaruh Islam adalah beberapa masjid yang berada di beberapa daerah di Indonesia. Beberapa bagian bengunanya dapat menjadi contoh dari adanya pengaruh Islam, antara lain adalah adanya atap tumpang, menara dan adanya makam di sekitar masjid. Semua itu dapat menjadi bukti adanya pengaruh agama Islam.Kebudayaan Islam sendiri meninggalkan berbagai ciri khusus yang dapat membedakanya denganhasil dari kebudayaan yang lainya. Akulturasi kebudayaan tidak dapat dihilangkan di perkembangan kebudayaan Islam.

Berbagai kebudayaan Islam mencirikan perpaduan antara Hindu-Budha Islam. Makam memberikan ciri tersendiri yaitu adanya perkembangan cangkup dan adanya tradisi ziarah yang terkadang menyimpang. Banyak masyarakat Indonesia yang datang ke makam untuk meminta berkah adan untuk memohon akan suatu hal. Masjid di masa ini ditandai dengan adanya atap tumpang yang memiliki kemiripan dengan meru di Bali. Masjid makam bahkan memiliki beberapa pintu yang dimaksudkan menunjukan kesucian dari bangunan tersebut. Bidang kesenian yang meliputi seni pahat, seni sastra dan pertunjukan tak terlepas dari pengaruh Islam Dalam pewayangan terdapat tokoh Punakawan yang merupakan penciptaan dai Sunan Kalijaga. Beberapa sastra juga mengalami perkembangan terbukti dengan adanya beberapa karya hikayat dan suluk. Upacara Gerebeg dan Sekanten menjadi bukti lain adanya pengaruh Islam tersebut. Selain itu para raja juga banyak menggunakan nama-nama yang identik dengan Islam seperti Sultan dan Susuhunan. Semua itu menjadi bukti bahwa masuknya Islam telah memberikan corak tersendiri bagi Indonesi

AKTIVITAS

Kegiatan kelompok : bagilah diri kalian menjadi beberapa kelompok, dimana dalam satu kelompok terdiri dari 5-6 orang. Kajilah dan jawablah pertanyaan dibawah ini:

–          Kalian telah mengetahui berbagai hasil kesenian pada masa Islam. Akan tetapi, hasil-hasil kesenian Islam tersebut terkadang masih tetap dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu Budha. Dapatkah kalian menunjukan hasil-hasil kesenian yang mendapat pengaruh Hindu Budha? Menurut pendapat kalian mengapa kebudayaan Hindu Budha itu tetap terlihat ?

EVALUASI:

20 soal pilihan ganda

10 soal uraian singkat

10 soal uraian panjang

  1. Pilihan ganda

Pililah salah satu jawaban yang benar !

  1. Karya sastra Jawa yang didalamnya terdapat serat yang mengisahkan dinasti raja-raja Jawa dihubungkan dengan para dewa atu juga para nabi, serat tersebut adalah tersebut dibawah ini, kecuali
  2. Salah satu bangunan peninggalan masa Islam dan merupakan pengaruh dari agama Hindu Budha adalah bangunan sebuah masjid yang pintu-pintunya seperti kuil-kuil dan pintu gerbangnya seperti candi, masjid ini terletak di kota….
    1. Jepara
    2. Kudus
    3. Rembang
    4. Gresik
    5. Tuban
    6. Batu nisan Sultan Malikul  al Saleh, menunjukan bahwa Islam yang berkembang di Indonesia berasal dari…
      1. Mesir
      2. Turki
      3. Arabs
      4. Persi
      5. India
      6. Pada awal perkembangan Islam di Indonesia seni pahat tidak dapat berkembang, karena….
        1. Seni patung dianggap budaya Hindu
        2. Membuat patung membutuhkan keahlian khusus
        3. Membuat patung dianggap bertentangan dengan ajaran Islam
        4. Ajaran Islam melarang pembuatan patung
        5. Patung dapat dijadikan obyek pemujaan
        6. Berikut ini adalah peninggalan sejarah yang bercorak Islam, kecuali….
          1. Bahasa Arab dan masjid
          2. Masyarakat Islam dan pesantern
          3. Makam Islam dan wayang kulit.
          4. Kitab suluk dan primbon
          5. Makam Islam dan masyarakat Islam
          6. Pengaruh budaya Islam dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada zaman madya adalah…
            1. Pendewaan terhadap raja semakin dalam
            2. Pengaruh budaya asli Indonesia semakin lenyap
            3. Jabatan raja dalam pemerintahan semakin pudar
            4. Hilangnya sistem kasta dalam masyarakat
            5. Timbulnya penetrasi budaya Indonesia Islam
            6. Berikut ini merupakan hasil akultarasi budaya,kecuali….
              1. Tumbuhnya kehidupan masyarakat Jawa Hindu
              2. Tumbuh dan berkembangnya sistem birokrasi kerajaan Jawa
              3. Tumbuh dan berkembangnya kekuasaan mutlak raja
              4. Adanya karya Sastra berisi Cerita panji. Aji Saka. Kitab Negarakertagama, Kitab Pararaton.
              5. Adanya masyrakat Islam Sinkretik
              6. Salah satu contoh adanya pengaruh budaya Islam di Indonesia dalam bidang politik adalah…
                1. Raja berkuasa atas kedaulatan rakyat
                2. Hubungan raja dengan rakyat menjadi bebas
                3. Raja bergelar Sultan atau Sunan
                4. Kekuasaan wilayah di tangan keluarga raja
                5. Rakyat berkewajiban membayar ganti rugi
                6. Masjid Demak adalah salah satu peninggalan kebudayaan Islam yang juga mendapat pengaruh Agama Hindu. Pengaruh agama Hindu dalam bangunan Masjid Demak yang paling menonjol adalah bagian……………
                  1. Pilar-pilarnya
                  2. Ukiran mimbarnya
                  3. Ukiran pada pintu-pintu masjid
                  4. Atap tumpang pada masjid
                  5. Adanya bedug masjid
    1. Serat Titi Asri
    2. Serat Pararaton
    3. Serat Centini
    4. Serat Babad Tanah Jawi
    5. Serat Gatot Kaca

10.  Salah satu karya dari pengaruh Islam adalah karya satra melayu yang ditulis Nuruddin ar-Raniri pada saat pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Karyanya yang paling terkenal adalah…

  1. Sharab al-ashiqin
  2. Asrar Al-Arifin
  3. Bustan as-Salatin
  4. Nur as-daqi’ig
    1. Akbarnama

11.  Lawang Bledek adalah merupakan salah satu pintu terkenal pada masjid…

  1. Cirebon
  2. Demak
  3. Banten
  4. Kudus
  5. Manting
  6. Kaligrafi
  7. Aksara
  8. Gubahan
  9. Bangunan
  10. Pertunjukan
  1. Hikayat adalah bentuk pengaruh Islam dalam bidang…

13.  Batu nisan Sultan Malik Saleh adalah salah satu contoh batu nisan yang berasal dari Gujarat bukan dari Indonesia. Hal ini dikarenakan bentuk nisan Indonesia memiliki ciri antara lain….

  1. Seperti lengkungan kalamakara
  2. Ditulis dalam bahasa Arab
  3. Ada hiasan kaligrafi
  4. Tidak ditulis dalam bahasa kawi
  5. Tanpa banyak hiasan

14.  Berikut ini adalah merupakan hasil Jawanisasi terhadap Hinduisme dan Islamisasi, kecuali

  1. Adanya tokoh Punakawan dalam karya satra jawa
  2. Adanya sistem petangan dalam kehidupan masyarakat jawa
  3. Adanya penggunaan Tahun hijriah dalam perhitungan waktu jawa
  4. Adanya karya sastra bentuk kakawin dan kidung
  5. Adanya tradisi prata mangsa dalam kehidupan masyarakat

15.  Kesenian debus adalah salah satu hasil kebudayaan Islam di bidang pertunjukan. Pertunjukan ini dapat ditemui dibeberapa daerah di bawah ini, kecuali….

  1. Minangkabau
  2. Banten
  3. Priayangan
  4. Tasikmalaya
  5. Kalimantan

16.  Masjid yang mendapat pengaruh arsitekur barat, khusunya Negara Cina adalah masjid…

  1. Banten
  2. Mantingan
  3. Demak
  4. Payakumbuh
  5. Kudus
  6. Yang menunjukan kiblat arah Mekah
  7. Temapat dimana Khotib memberi Khotbah
  8. Lantai depan mimbar tempat jemaah melakukan salat atau mendengarkan khotbah
  9. Tempat mengambil air wudhu
  10. Bagian depan masjid tempat anak-anak belajar mengaji
  1. Salah satu bagian dari Masjid tradisional  yang bernama Liwan adalah sebuahtempat…..
  1. Pandawa Lima adalah sebuah symbol adanya pengaruh agama Islam dalam seni pertunjukan wayang.Di bawah ini yang bukan merupakan nama dari  ke 5 Pandawa Lima adalah…
  1. Sadewa
  2. Arjuna
  3. Werkudara
  4. Gatotkaca
  5. Semar
  6. Gresik
  7. Demak
  8. Bali
  9. Aceh
  10. Kudus
  1. Daerah di Indonesia  yang tidak mendapatkan pengaruh dalam bidang seni pahat Islam adalah…


  1. Yang  disebut  dengan santri Kalong adalah …..

a. Santri yang datang mengaji lansung ke tempat guru mengajinya

b.Santri yang tinggal bersama di lingkungan pondok pesantren

c. Santri yang memiliki hubungan kelurga dengan guru ngajinya

  1. Santri yang berada pada tingkatan paling atas

e. Santri yang berada pada tingkatan bawah

  1. ESAI

Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan benar !

  1. Makam yang mendapat pengaruh Gujarat adalah makam dari…
  2. Coba kalian jelaskan kegunaan  dan maksud dari  adanya Candi Bentar dari Kori Agung dalam masjid Kudus…..
  3. Masjid Angke di Jakarta adalah masjid yang mendapat pengaruh dari….
  4. Bandingkanlah beberapa kitab Suluk dibawah ini !
Nama suluk Keterangan
Suluk Sukarsan
Suluk Wujil
Suluk Malang Sumirang
  1. Yang dijadikan symbol lima Tiang agama Islam dalam seni pertunjukan wayang adalah…..
  2. Suatu kitab yang berisi ramalan-ramalan, kegaiban serta penetuan hari baik dan buruk disebut….
  3. Sultan Agung pernah menghasilkan kaarya seni sastra yang bernama…
  4. Apakah yang kamu ketahui tentang dua sistem pengajaran di pondok pesantren, sorongan dan bandongan…..
  5. Pada masa Kerajaan Majapahit, terdapat makam Dowo yang merupakan makam dari orang Islam di kawasan pemakaman Majapahit. Bedasarkan keterangan di atas apa yang kamu ambil mengenai masuknya agama Islam…..
  6. Sunan Kali Jaga melakukan akulturasi dalam penyiaran Agama Islam, Jelaskan dan berilah contoh hasil –hasil akulturasi dari Wali Tersebut…..
  1. ESAI

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan benar !

  1. Sebutkan dan jelaskan hal-hal yang melatarbelakangi kaligrafi tidak begitu berkembang di Indonesia !
  2. Bandingkanlah beberapa bentuk bangunan masjid di Indonesia yang merupakan peninggalan kebudayaan Islam !
  3. Pada masa perkembangan agama Islam , penggambaran dan pelukisan makhuk hidup dilarang oleh agama Islam.Hal ini berakibat pada banyaknya gambaran makhuk hidup yang kemudian disamarkan. Coba kalian jelaskan alasan yang melatarbelakangi dilarangnya penggambaran makhuk hidup oleh agama Islam!
  4. Apakah sebabnya masjid tradisional yang terkenal umumnya masjid makam, jelaskan !
  5. Masa awal Islam, telah terjadi akulturasi antara budaya Hindu dengan Islam dalam seni ukir, jelaskan dan beri contohnya !
  6. Wayang adalah salah satu sarana yang paling efektif dalam meyebarkan agama Islam pada masa awal Islam. Hingga di dalamnya dibuat beberapa tokoh yang menyimbolkan ajaran Islam. Berilah alasan mengapa wayang dianggap sebagai sarana yang paling efektif pada masa tersebut untuk menyebarkan agama Islam !
  7. Berilah contoh dan jelaskan hasil satra zaman Islam yang ditinjau dari corak dan isi !
  8. Masjid Banten sering disebut sebagai masjid yang mendapat pengaruh dari dunia barat khususnya Cina, berilah alasan yang melatarbelakangi sehingga masjid tersebut disebut mendapat pengaruh dari Cina !
  9. Jelaskanlah mengapa pengaruh Islam di bidang sosial masyarakat lebih banyak terjadi di sekitar daerah pantai dan pelabuhan !
  10. Berkembangnya budaya Islam khususnya dalam bidang pemerintahan disebabkan oleh mundurnya kerajaan Sriwijaya. Bagaimana menurut kalian dengan pendapat tersebut , benar atau salah dan berilah penjelasan jawaban kalian !

Buku Acuan

I Wayan Badrika.2003. Sejarah Nasional Indonesia dan Umum SMU kelas 2 IPS. Jakarta : Earlangga.

R Soekmono.1973. Sejarah Kebudayaan Indonesia  3. Yogyakarta: Kanisius.

Siswo dan Supartono W. 2004. Sejarah Jilid 2 Untuk SMA/ MA Kelas XI  Program IPS. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.

Tim Penyusun.2004. Sejarah Nasional dan Umum. Klaten : CV Merpati

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: